Rabu, 28 September 2011
Elegi Menggapai Mengada dan Pengada
Dengan membaca elegi ini saya semakin mengerti abahwa ada sekaligus mengada dan pengada. Sebagaimana yang telah di jelaskan Pak Marsigit saat perkuliahan, bahwa jujur dlm filsafat meliputi Ada, Mengada, Pengada.
Elegi Menggapai Lengkap
Di dunia tidak ada maklhuk sempurna, Tuhan yang paling sempurna. Manusia diciptakan dengan segala kekurangan. Namun kita berusaha untuk mencapai kata lengkap sesuai kemampuan yang kita miliki.Sesuai dengan elegi diatas, reduksi adalah metode untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu. Manusia memiliki keterbatasn untuk bisa mencapai lengkap karena adanya reduksi.
Selasa, 27 September 2011
Elegi Menggapai Ada
Sesuatu di katakan ada, jika ada dlm pikiran kita dan kita dapat mendefinisikan itu berwujud apa.
Elegi Menggapai Kenyataan
Dari potongan elegi di atas,
"Jika mereka menggunakan akal pikirannya, seharusnya mereka mengetahuinya bahwa segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan".
Menurut saya arti kata tersebut, bahwa apa yang kita lakukan pasti Tuhan akan memberikan pahala sesuai amal kita. Semua yang kita lakukan tak ada satu pun yang tak terlihat dr pengamaatanNya.
"Jika mereka menggunakan akal pikirannya, seharusnya mereka mengetahuinya bahwa segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan".
Menurut saya arti kata tersebut, bahwa apa yang kita lakukan pasti Tuhan akan memberikan pahala sesuai amal kita. Semua yang kita lakukan tak ada satu pun yang tak terlihat dr pengamaatanNya.
Elegi Menggapai Dimensi
Menurut pemikiran saya, dalam elegi yang di maksud dimensi adalah derajat. Tumbuhan memiliki derajat yang lebih tinggi daripada batu.Binatang lebih tinggi daripada tumbuhan. Dan manusia derajatnya lebih tinggi dari tumbuhan, batu, binatang. Karena Tuhan menciptakn manusia sebagai maklhuk yang sempurna. Tercipta memiliki akal dan nurani. Orang yang bisa menggunakan akal dan nuraninya dengan baik, itulah orang yang memilik derajat paling tinggi. Kita wajib bersyukur,dengan menggunakan pemberian Tuhan dengan sebaik- baiknya.
Selasa, 20 September 2011
Elegi Ketika Sekali Lagi Pikiranku Tak Berdaya
Apa yang kita lakukan akan mencapai hasil yang maksimal maka kita harus berusaha dan berdoa. Manusia hanya bisa berusaha. Allah yang menentukan. Sehebat apapun kita, jika Allah tak menghendaki, akan sia- sia yang kita lakukan. Jangan pernah merasa dirinya paling hebat, karena kesombonganlah yang akan menjatuhkan semua yang telah di dapat.
Elegi Menggapai Hakekat
Dari elegi di atas saya dapat mengerti bahwa hakekat merupakan kesadaran. Kesadaran akan sesuatu di dunia. Kesadaran untuk memaknai semua hal tentang bumi dan seisinya.
Senin, 19 September 2011
Elegi Tasyakuran Spiritual Ketiga (Proyek Syurga)
Proyek masuk surga sangat lah berat syarat yang harus kita lakukan, diantaranya yang telah di jelaskan di atas. Namun, jika kita tahu kenikmatan yang akan kita peroleh di surga, kita dengan ikhlas akan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Elegi Ritual Ikhlas II: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah
Allah Maha Pengampun. Dosa sebesar apapun insya Allah di ampuniNya jika kita benar- benar ingin bertaubat dan berjanji tidak akan mengilanginya lagi.
Elegi Ritual Ikhlas I: Cantraka Sakti belum Ikhlas
Cantraka sakti mengikuti ritual ikhlas ini tidak dengan ketulusan hati untuk melakukannya. Dia hanya ingin melihat apa saja yang di lakukan dalam ritual tersebut. Dia merasa dirinya paling pinter, lulusan luar negeri. Sehingga apa yang terdapat di dalam ritual tersebut tidak di respon dengan baik. Dia tetap melakukan kebiasaan buruknya. Setelah di akhir, dia malu karena dia kalah dengan orang yang tidak lulusan universitasnya.
Elegi Ritual Ikhlas I: Informasi awal
Ilmu ikhlas sangat sulit untuk di lakukan. Dalam melakukannya harus sepenuh hati. Terlebih dengan urusan akhirat sebagai bekal kita di alam akhirat. Terkadang manusia hanya mementingkan urusan duniawi dan mengesampingkan urusan akhirat. Sebaiknya kedua urusan tersebut haruslah seimbang, agar kita memperoleh kebahagiaan dunia akhrirat
Minggu, 18 September 2011
Elegi Menggapai Hakekat Senin
Senin bisa mempunyai banyak arti. Bagaimana cara kita memandang dari sisi mana dan mengungkapkannya. Karena berfikir filsafat adalah berfikir sedalam- dalamnya dan seluas- luasnya.
Elegi Menggapai Rumah Paradoks
Terkadang kita pernah tidak menjadi diri kita sendiri tanpa kita sadari. Maka dari itu dunia sering di katakan sebagai panggung sandiwara. Terlalu banyak orang yang berpura- pura dalam kehidupannya.
Elegi Perbincangan Bukan Benar dan Bukan Salah
benar dan salah dua hal yang kontradiksi. Seperti koin mata uang. Tergantung dari mana kita melihatnya. Jika di analisis dari 2 arah maka akan menghasilkan jawaban benar dan salah.
Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa
Kadanag jika kita memulai suatu hal sangat sulit, berat juga untuk melakukannya. Hal tersebut karena kita tidak terbiasa. Jika kita terus melakukan dengan rasa ikhlas kita bisa terbiasa.
Mengapa 3+4=7 kontradiktif? (Bagian Kesatu)
Jika matematika ilmu pasti, maka 3 + 4 sudah pasti hasilnya 7.Namun jika dipandang dari filsafat 3 + 4 bisa tidak sama dengan 7.Karena filsafat relatif terhadap ruang dan waktu.
Apakah Matematika Kontradiktif ? (Bagian Kesatu)
"kontradiksi" itu di dalam ruang dan waktunya sistem atau struktur matematika yang dikembangkannya. Didalam matematika terdapat kontradiksi dan tidak kontradiksi.
School Mathematics
Matematika mata pelajaran yang sulit menurut siswa. Seorang guru harus bisa menyampaikan dengan cara yang bisa di tangkap siswa. Komunikasi dalam penyampaian penting dalam proses pembelajarn.
Apakah Matematika itu Ilmu?
Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka Ruang dan Waktu. Tergantung ruang lingkup kita. Dan intuisi yang akan membangun matematika menjadi ilmu.
Kompetensi Matematika juga Menghasilkan Mathematical Intuition
Dengan lebih banyak materi dan lebih abstrak, kita mempunyai wawasan yang luas dan dengan kompetensi yang sudah dimiliki kita bisa menghasilkan intuisi matematika.
Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition
Adab filsafat yang bersesuain dengan elegi tersebut menurut saya, intuisi matematika adalah budaya bermatematika. Artinya matematika merupakan pelajaran yang perlu di pelajari sejak dini. Karena, matematika penting untuk kehidupan kita sehari- hari.Dengan demikian kita membudayakan matematika.
Intuisi dalam Matematika (2)
Adab filsafat yang bersesuain dari elegi di atas menurut saya adalah siswa pada awalnya menganggap matematika sulit. Mereka juga takut dengan guru yang mengajar. Mereka mempelajari matematika hanya sebagai syarat untuk lulus ujian.Dengan kondisi pembelajaran matematika yang demikian akan menyebabkan para siswa menjadi miskin mathematical intuition. Padahal mathematical intuition ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas pada umumnya.
Langganan:
Komentar (Atom)